Trik Investasi Menghadapi Serangan Inflasi Dan Pajak

Kebanyakan orang menaruh dananya di tempat yang ‘aman-aman’ saja. Kenapa mereka menaruh 100% -bahkan dana nganggurnya- ke dalam produk investasi yang ‘aman’ seperti tabungan atau deposito di bank? Jawabannya adalah karena orang-orang seperti ini takut kehilangan uangnya.

Bila Anda masih muda (katakanlah masih berada di bawah umur 40), maka ini sebetulnya ironis sekali dan sangat disayangkan. Karena apa yang mereka pikir investasi yang ‘aman’ seperti tabungan atau deposito, sebetulnya malahan tidak ‘aman’. Lho, bagaimana mungkin? Sederhana. Kalau Anda punya uang Rp 100 juta yang ditaruh dalam deposito, maka mungkin pada saat ini Anda akan mendapatkan bunga sebesar 12% per tahun. Betul? Jadi, jumlah bunga yang Anda dapatkan pada akhir tahun adalah: Rp 100 juta x 12% = Rp 12 juta.

Tetapi, bila dipotong pajak bunga deposito sebesar 15%, maka bunga yang Anda dapatkan adalah Rp 10.200.000 pada akhir tahun. Sehingga sebetulnya, suku bunga yang Anda dapatkan setelah pajak adalah 10,2% per tahun.

Sekarang masalahnya, apakah bunga yang besarnya Rp 10,2 juta tersebut bisa terus menerus membeli barang dan jasa yang harganya Rp 10,2 juta setiap tahunnya? Jawabannya jelas tidak. Kenapa? Soalnya, dalam 12 tahun terakhir rata-rata kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi di Indonesia adalah 13,35% per tahunnya. Kenaikan barang dan jasa secara agregat selalu ditunjukkan lewat perhitungan inflasi yang diumumkan pemerintah tiap bulannya. Di bawah ini adalah tabel lengkapnya:

Tahun

1988 = 5,47%
1989 = 5,97%
1990 = 9,53%
1991 = 9,52%
1992 = 4,94%
1993 = 9,77%
1994 = 9,24%
1995 = 8,64%
1996 = 6,47%
1997 = 11,06%
1998 = 77,63%
1999 = 2,01%

Rata-rata = 13,35%

Dengan asumsi ini maka sebetulnya suku bunga riil yang Anda dapatkan adalah: suku bunga setelah pajak (10,2%) dikurangi inflasi (13,35%) sama dengan minus 3,15%.

Artinya, bila pada saat ini Anda menginvestasikan uang Rp 100 juta, maka deposito yang memberikan bunga 12% per tahun sebelum pajak, setelah 10 tahun saldo riil Anda pada akhir tahun ke 10 adalah Rp 72.609.969. Dengan kata lain, uang Anda menyusut sebesar 3,15% per tahunnya.

Inilah kenapa banyak orang yang gagal secara keuangan. Mereka terlalu fokus pada masalah keamanan investasinya ketimbang berusaha mengambil risiko yang lebih besar. Resiko besar berguna untuk mendapatkan keuntungan lebih besar guna ‘mengalahkan’ tingkat inflasi. Dengan fokus pada investasi yang ‘aman-aman’ saja, maka hasil investasi riil yang didapatkan juga tidak besar. Bahkan cenderung minus seperti dalam contoh di atas.

Jika Anda ingin menumpuk kekayaan, maka apa yang harus Anda lakukan adalah dengan berani mengambil risiko yang lebih besar sehingga bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih besar. Sehingga Anda masih mendapatkan keuntungan yang bisa dibilang lumayan, walaupun sudah dipotong pajak dan inflasi.

15 Responses to “Trik Investasi Menghadapi Serangan Inflasi Dan Pajak”

  1. ulasan yg sangat menarik… gw termasuk didalamnya.
    Cari aman… ha… ha… ha…

  2. Ikan besar tidak akan pernah didapat di air yang dangkal, tapi di air yang dalam.

    Salam kenal…

  3. Ada investasi yang pasti untung di dunia, khan kata orang investasi pasti ada untung atau rugi, nah yang ini adalah pasti untung, apakah itu yakni INFAQ, ZAKAT dan SODAQOH. karena akan diganti 10x lipat di dunia.

    jadi kalo anda sedekah 1 juta maka akan diganti 10 juta (di dunia), itulah kenapa banyak saudagar-saudagar saling menyumbangkan uang misalnya yang terjadi di pasuruan Rp. 30rb per orang.

  4. boleh donk kirim2 artikel2 bagus & motivasi mas…

    salam kenal-melii

  5. tolong dong diulas hal-hal tentang membangun jaringan secara efektif dan penguatan brand

  6. Buat mbak Melii:
    Salam kenal mbak…
    Artikel-artikel motivasi segera di posting! :)

    Buat mas Wangky:
    Terima kasih sudah berkunjung ke web ini.
    Nanti akan saya usahakan membahas ide dari Anda.

    Senang bisa kenalan dengan Anda.

    Regards

  7. mejuah – juah…

    kalak karo se indonesia………

  8. mejuah-juah mpal…

  9. Uhh….thanks and saya setuju banget tuh…
    Kalau bagusnya punya beberapa account:
    1. Account “TAPLUS” di bank, yang pakai ATM, kalau-kalau ada perlu mendadak bisa langsung ke ATM deh, kalau ngga ada ATM Bank nya, ya pakai ATM Bersama atau VISA lah…
    2. Tabungan Berjangka. Why? Karena kalau kita digaji 5Jt/bln, tetap aja merasa kurang, kadang ngga bisa nabung. Nah..dengan tabungan autodebet Berjangka ini, at least 30%. 5jt kita bisa langsung ketransfer ke rekening berjangka kita. Bagus bgt punya rekening ini, karena bisa buat kita nabung dan merencanakan keuangan sesuai keinginan.
    3. Investasi.
    Ini yang penting bgt, percuma punya tabungan DEPOSITO aja, banyak kok sekarang investasi yang aman, misalnya UNIT LINK di perusahaan-perusahaan asuransi.
    hanya dengan Min. tabungan 12Juta udah bisa berinvetasi dengan AMAN, tapi ingat ini untuk JANGKA PANJANG, bukan yang 1 tahun, 2 tahun diambil loh…
    4. Tabungan Asuransi.
    Ini bagi yang cukup paham asuransi pasti ambil manfaatnya. Udah dapat proteksi, kita juga dapat hasil investasinya, keren deh yang namanya UNIT LINK.
    5. Yang terakhir, TETEP harus punya Deposito donk…ini sih unag yang ngga kepake aja dimasukin ke sini, istilahnya uang sisa lah..

    Saya pikir, dengan pengaturan keuangan seperti itu, udah cukup aman deh kita kemana-mana….

    N.B:
    Uang yang di ATM, jangan banyak-banyak yah…

    Putu Resi Lestari.

  10. Halo mbak Putu Resi Lestari…
    Orang Bali yah…:)

    Ulasan yang sangat menarik…
    Dan saya sangat setuju dengan pendapat mbak…

    sukses ya?

  11. Mejuah juah man banta kerina i belang belang pertibi enda tutus ate kerina ibas erkiniteken gelah kai pe siniilakoken ipasu pasu dibata.Bujur

  12. terima kasih pak/mas benni surbakti,
    tentu artikel tentang penguatan jaringan dan penguatan brand
    akan mencerahkan kita semua.

    terima kasih,
    saya senang berkunjung ke blog ini.

  13. To Erbagegia br Sinuraya:
    Mejuah-juah mulihi banndu…

    To Wangky:
    Salam kenal…
    Terima kasih juga sudah mengunjungi blog ini.

  14. perusahaan investasi saja tak aman ,yang besar leman brother, perusahaan ratusan tahun pun bisa bangkrut sekecap.Madoff katanya semua ini tipuan belaka,nasabahnya bank besar, banyak ahlinya pun kena, apalagi kami ini awam, lebih baik aman aman saja.

  15. Bagus & Menarik ulasannya.
    Dgn kalkulasi spt itu, smoga menjadi bahan pembelajaran bagi kita semua utk mengivestasikan dana yg dimiliki secara tepat

Kirimkan komentar Anda