Takut bangkrut, nasabah AIG sempat panik
Nasabah AIG (American Inter national Group) sempat panik mendengar tentang kemungkinan bangkrutnya perusahaan tersebut. Namun kemudian bank sentral AS mengambilalih untuk menyelamatkannya.
Dengan suntikan Federal Reserve 85 miliar dolar AS, AIG bisa diselamatkan. Nasabah AIG Life Indonesia di minta tak panik dan khawatir atas semua perkembangan yang terjadi di AIG.
Robert W. Bush, CEO dan Presiden Direktur AIG Life, Rabu (17/9), menjelaskan perusahaannya tetap menjalankan aktivitas bisnisnya berjalan normal, sekalipun krisis keuangan melanda AS dan memberi dampak pada induknya AIG Inc.
AIG Life Indonesia mengimbau nasabah dan mitra bisnis untuk tidak khawatir dengan perkembangan yang terjadi karena AIG Life Indonesia memiliki kekuatan modal dan solvensi yang baik.
“Adalah hal yang wajar, nasabah dan mitra bisnis kami ingin tahu implikasi dan memberi perhatian terhadap perkembangan yang terjadi di AS. Saya ingin meyakinkan nasabah dan mitra bisnis bahwa AIG LIFE Indonesia adalah entitas bisnis yang terpisah dengan AIG di AS dan kami mengikuti aturan main sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” ujar Robert dalam siaran persnya, Rabu (17/9).
Dia menambahkan AIG Life Indonesia saat ini memiliki rasio kecukupan modal dan solvensi yang kuat. Hal ini menjadi penting untuk diketahui sebagai penegasan komitmen AIG Life dalam memenuhi seluruh kewajibannya kepada nasabah dan mitra bisnis.
“Saat ini AIG LIFE Indonesia memiliki rasio kecukupan modal dan solvensi yang kokoh. Kami memiliki modal dan cadangan teknis yang cukup untuk memenuhi kewajiban kepada nasabah dan mitra bisnis kami,” imbuhnya.
Seperti diketahui, The Fed sepakat untuk memberikan pinjaman kepada AIG itu berjangka waktu 24 bulan dengan tingkat suku bunga setara dengan London Interbank Rate (LIBOR) plus 850 basis poin. Utang itu diharapkan bisa di bayar dari hasil penjualan aset-aset perusahaan. Pemerintah AS selanjutnya akan menguasai 79,9 persen saham AIG dan hak untuk memveto pembayaran dividen pemegang saham biasa dan istimewa.
Tujuan dari fasilitas likuiditas ini adalah untuk membantu AIG memenuhi kewajibannya yang akan segera jatuh tempo. Pinjaman ini akan memfasilitasi sebuah proses yang memungkinkan AIG untuk menjual sebagian bisnisnya sesuai aturan.
sumber : waspada
Kirimkan komentar Anda