Gus Dur Dukung Slank
KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan bangga kepada grup musik Slank. Pandangannya itu karena grup rock asal Jakarta itu mampu mengkritik ketimpangan sosial lewat lagu. Oleh sebab itu dia menyayangkan pihak-pihak yang ingin menggugat grup musik cadas asal Jakarta itu.
“Bukannya marah-marah pada Slank. Apalagi nuntut-nuntut segala macam,” imbuh Gus Dur saat ditanya soal lagu Gosip Jalanan yang dinyanyikan grup musik Slank, yang dinilai menyudutkan dan memandang negatif anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Gus Dur menyampaikan itu saat menjadi narasumber pada acara Kongkow Bareng Gus Dur bertema Sistem Jaminan Sosial Nasional, di Green Radio, Jl. Utan Kayu No. 68 H Jakarta, Sabtu (12/04/2008) pagi.
Dalam pandangan Gus Dur, kritik dari grup band itu adalah hasil dari pengamatan Kaka Cs terhadap kejadian-kejadian di tengah masyarakat, termasuk kebiasaan beberapa anggota dewan yang mencoreng parlemen.
“Betul atau tidaknya, ya harus pakai argumentasi,” ujar Gus Dur.
“Bagaimana dengan al-Amin Nasution?” tanya pendengar soal salah seorang anggota dewan yang ditangkap KPK di Hotel Ritz Carlton Jakarta karena diduga menerima suap dari Sekda Bintan Azirwan.
Dalam jawabannya, Gus Dur mengakui bahwa al-Amin, anggota dewan dari PPP yang juga warga NU.
“Kita harus jujur lah. Jangan karena NU lalu dibela mati-matian. Salah ya salah,” tegas Gus Dur seraya menambahkan kesalahan itu juga harus dibuktikan di pengadilan.
Dalam kesempatan itu Gus Dur juga menyatakan harapannya terhadap Undang-undang No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). UU ini bahkan disebut sebagai tonggak sejarah dimulainya reformasi menyeluruh di bidang jaminan sosial.
Hanya saja, dikatakan Gus Dur, jaminan sosial ini akan menjadi omong kosong jika perilaku korupsi di negeri ini tidak diberantas apalagi dibiarkan begitu saja.
Karena, menurut Ketua Dewan Syura DPP PKB ini, undang-undang atau peraturan-peraturan yang sangat bagus tak akan bermakna jika korupsi dibiarkan.
“Semua itu hanya bisa berjalan kalau kita bisa memberantas korupsi. Itu masalahnya.”
Oleh sebab itu, lanjut Gus Dur, tak ada alasan lain kecuali kita berani melakukan pembersihan secara menyeluruh. “Supaya peraturan-peraturan bisa berjalan semuanya,” ujarnya.
“Bagaimana dengan jaminan sosial di dalam Islam? Misalnya melalui zakat?” tanya seorang pendengar.
Dalam pandangan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. M. Hasyim Asyari, mayoritas jaminan sosial itu memang ada dalam ajaran islam hanya saja kini umat Islam di negeri ini masih senang pada hal-hal fisik.
Umpamanya, dana zakat itu dipakai untuk mempermegah masjid dan sarana fisik lainnya. “Skala prioritas umat kita masih begitu. Jadi ya susah,” sesal Gus Dur.
Padahal, imbuh Gus Dur, Nabi Muhammad Saw pernah menyatakan juilat liya al-ardhu masjidan (bumi dijadikan sebagai masjid bagiku). “Nggak ada kewajiban shalat di masjid yang megah,” ujarnya.
sumber : website resmi Gus Dur
Kirimkan komentar Anda