O…Taneh Karo Simalem

Kutatap ras kutulihken
Taneh ingan kemulihen
Ku kepkep, ku kema-kema bage
Taneh Karo mejile
O…Taneh Karo simalem
Inganta cio cilinggem

Hmmm…very touchable. Lagu yang berarti kecintaan kepada daerah Tanah Karo yang memiliki aroma yang dingin dan sejuk. Apalagi daerah kota Berastagi yang berjarak + 65 km dari kota Medan – Ibukota Propinsi Sumatera-utara yang merupakan daerah kunjungan wisata dan dipenuhi wisatawan setiap hari libur, sabtu dan minggu. Begitu memasuki perbatasan Deli Serdang dan Tanah Karo, kita akan langsung menemukan tempat makan jagung sambil ditemani udara dingin yang sejuk, dan kita bisa melihat kota Bandar Baru dari atasnya dan malam hari kalau cuaca cerah kita bisa melihat gemerlap lampu-lampu yang ada di kota Medan. Dibawah tempat makan jagung ada lokasi air terjun Sikulikap yang air-nya terbelah dua karena ada batu ditengah-tengah air terjun tersebut. Sayangnya, air terjun ini tidak mendapat pengelolaan yang serius dari departemen terkait (apa karena Kepala Dinas Pariwisatanya gak pernah kesana ya?) atau karena memang pejabatnya tidak pernah melihat-lihat daerah lain yang mengelola tempat pariwisatanya? :) . Jalan-jalan dong pak…

Setelah makan jagung, kita akan melihat sebuah pabrik ‘kaliber’ yang memproduksi minuman dan berstandar international. Perusahaan mana lagi kalau bukan AQUA. Perusahaan yang merekrut banyak tenaga kerja dari wilayah Tanah Karo. Belum lagi pendapatan daerah yang besar yang didapat dari perusahaan ini. Kita tinggalkan pabrik AQUA ini, kita akan memasuki simpang menuju desa Doulu dan Raja Berneh dan Gunung Sibayak. Di dalam kampung ini ada sumber-sumber mata air panas yang dihasilkan oleh Gunung Sibayak, karena kedua desa ini berada dibawah kaki gunung ini, tetapi yang paling dekat dengan gunung ini adalah desa Raja Berneh dan penduduk kampung ini sekarang menjadikan sumber air panas ini menjadi kolam-kolam air panas yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara, bahkan dari penduduk Tanah Karo sendiri pun menjadikan tempat ini sebagai lokasi untuk bersantai. Air panas ini diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Mulai dari jerawat, gatal-gatal, bahkan menyembuhkan orang yang kena penyakit ‘stroke’, karena melancarkan darah-darah yang tidak mengalir secara normal.

Setelah itu, kita akan memasuki daerah TAHURA (Taman Hutan Raya) Bukit Barisan. Tapi sangat disayangkan, lokasi ini tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga hanya menjadi tempat orang untuk pacaran saja. Dulunya ada 2 ekor gajah disana, tetapi sekarang tidak diketahui keberadaan gajah-gajah ini. Lokasi ini sebenarnya bisa dijadikan tempat pelatihan dan riset untuk orang-orang yang tertarik dengan ilmu kehutanan, pertanian. Sayangnya…Anda tahu sendirilah kualitas pemerintahan kita! Lokasi yang sudah ada tidak dimanfaatkan, malah dana APBD tidak jelas kemana peng-alokasiannya.

Sudahlah…emosi kita melihat kerja pemerintahan ini! Setelah dari TAHURA kita masuk ke kota Berastagi. Sebelum masuk kota Berastagi, kita akan melewati hotel-hotel mewah dan villa-villa yang lagi marak dibangun di kota ini. Daerah-daerah pertanian yang dulu ada di pinggir jalan, sudah dijual pemiliknya kepada orang kapitalis (pemilik uang yang banyak) untuk dijadikan villa-villa. Orang-orang sekarang sudah malas ke juma (ladang), sehingga mereka lebih memilih menjual lahan pertanian mereka daripada bertani.

Masuk ke kota Berastagi, kita langsung disambut oleh Tugu yang megah yaitu Tugu Perjuangan. Sejak aku ada di dunia ini, sejak tahun 1977, Tugu ini sudah berdiri tegap di Kota Berastagi. Ah…Kota Berastagi, kota yang memiliki daya tarik yang luar biasa. Kota-ku yang penuh kenangan. Kota-ku yang yang kujadikan sumber bisnis, walaupun aku ada ada di Kota Medan, sehingga tidak salah Alm.Raja Inal Siregar (Mantan Gubernur Sumatera-Utara) memiliki semboyan MARSIPATUHURE HUTANABE yang berarti Sipesikap Kuta Kemulihenta (perbaiki daerah asal kita).

Apalagi ya…objek wisata dan hal-hal yang sangat menarik di My Homeland ini? Ntarlah…di cerita selanjutnya akan kuceritakan.

Mejuah-juah kita kerina.

5 Responses to “O…Taneh Karo Simalem”

  1. Situhuna mesikel kal aku ngoge berita Tanah Karo sebab ijape kita Etading lalapnge iinget ingan pusuhta ndabuh . Enda data lengkapku Gelarku : B.Hermanto Sembiring Bebere Ginting Rumah Mbayak Inganta tading : Perum Riung Bandung Jln Riung Purna Raya no 24 Kota Madya Bandung

  2. taneh karo ingan kemulihen..
    ija gia kt erlajang adi si begi lagu taneh karo..
    gua pe erdeser dareh ta…

  3. katanya ada objek wisata baru dinamakan kar simalem..
    di daerah mana seh..
    np diusulkan mnjadi objek wisata baru??
    apa kelebihannya?
    apa upaya dinas prwisata karo utk promosi??
    tks

  4. @ kartini : ada objek pariwisata baru namanya taman simalem. bisa dilihat di http://www.tamansimalem.com. indah banget…aku udah kesana…

    lokasinya sekitar 30 menit dari Berastagi menuju merek atau ke kota Sidikalang…

    taman simalem ini dikelola oleh Hotel Sibayak dan Nexus dari Singapore. Jadi terkesan Internasional dan bagus pengelolaannya.

    Kalo Pemda yang kelola??? capek deh…hehehehhe

  5. saya sebagai orang karo sangat kagum melihat tanah karo/
    walaupun saya di besarkan bukan di asal saya,tapi saya akan selalu ingat/.
    yang terpenting bagi saya “TANEH KARO SIMALEM IS THE BEST!!!!!”
    TAHEH KARO MAJU TRUZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ
    N PANTANG MUNDUR! OK!

    BUJUR RAS MEJUAH JUAH KITA KERINA

Kirimkan komentar Anda